11 Kebiasan Sederhana Ini Buat Masa Pakai Ban Mobil Jadi Panjang

11 Kebiasan Sederhana Ini Buat Masa Pakai Ban Mobil Jadi Panjang11 Kebiasan Sederhana Ini Buat Masa Pakai Ban Mobil Jadi Panjang

Ban merupakan komponen utama dan sangat berpengaruh dalam mobil, tanpa ban mustahil mobil bisa melaju kencang. Sebagai pemilik mobil, Anda harus mengetahui cara merawat ban sehingga ban tetap awet dan aman untuk berkendara.

Ban mobil yang sudah kedaluarsa dan tipis bisa berakibat fatal dan bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta membahayakan jiwa Anda. Menurut data National Highway Traffic Safety Administration, penyebab 660 kecelakaan lalu lintas karena tekanan angin ban yang tidak tepat dan 33 ribu cidera setiap tahunnya.

Sebuah survei Rubber Manufacturers Association (RMA) terhadap 1.000 pengemudi di seluruh Amerika Serikat menemukan fakta bahwa 63 persen pengemudi mobilmengatakan pengaturan tekanan ban adalah cara paling efektif untuk meningkatkan jarak tempuh kendaraan dan konsumsi bahan bakar minyak.

Berikut Pricebook berikan 11 tips cara merawat ban mobil :

  1. Ketahui tekanan angin yang tepat. Anda bisa mengetahui tekanan angin yang tepat di stiker di pintu pengemudi, doorpost atau buku manual.
  2. Cek tekanan angin ban mobil Anda setidaknya sekali sebulan dan sebelum perjalanan jauh. Tekanan angin ban yang lebih rendah dapat menyebabkan kenaikan temperatur ban karena gesekan yang besar dengan aspal sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.
  3. Anda bisa mencek tekanan angin ban ketika ban mobil masih dingin (belum dipakai berkendara). Jika Anda baru selesai berkendara, tunggulah kurang lebih tiga jam setelah mengemudi.
  4. Perhatikan kondisi ban cadangan Anda. Anda harus meluangkan waktu untuk mengecek ban cadangan sebulan sekali. Pastikan, ban cadangan tersebut berada pada kondisi terbaik terutama dari sisi tekanan angin. Jadi, ban cadangan Anda siap dipakai setiap saat.
  5. Cek kondisi alur ban. Pastikan alur ban masih tebal dan baik karena ban yang botak tidak akan mencengkeram jalan dengan baik. Uang koin bisa digunakan sebagai alat penunjuk bahwa ban mobil Anda telah gundul. Letakkan uang koin di tapak ban mobil Anda. Jika Anda bisa melihat seluruh gambar uang koin tersebut, maka saatnya bagi mobil Anda untuk ganti ban.
  6. Hindari jalan berlubang karena benturan dapat merusak ban dan velg serta merusak spooring, suspensi, tie rod end laher roda/bearing dan arm.
  7. Jangan lupa untuk merotasi posisi ban setiap 9.600 km untuk memperpanjang umur ban. Aturannya, ban belakang kanan dirotasi dengan ban depan kiri. Ban belakang kiri dirotasi dengan ban depan kanan.
  8. Jangan mengendarai mobil dengan ban yang tanpa penutup pentilnya. Mengemudikan mobil dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan bisa mengakibatkan ban kekurangan tekanan.
  9. Jangan lupakan keseimbangan. Anda harus mengecek balance ban untuk menghindari percepatan keausan ban dan menghindari putaran ban yang tak stabil.
  10. Perhatikan bobot. Jangan mengangkut barang melebihi kapasitas atau daya angkut mobil karena dapat merusak ban.
  11. Bawa ke bengkel untuk pemeriksaan rutin. Meskipun kita teliti dan peduli sama mobil, terkadang kita tidak punya peralatan dan ruang kerja yang lengkap untuk memeriksa keadaan ban mobil kita. Karena itu, Anda membutuhkan kejelian para mekanik mobil yang berpengalaman karena mereka yang paling tahu cara merawat ban mobil.

Berikut adalah kode dan terminologi ban mobil sehingga dapat menemukan ban yang tepat untuk mobil kita:

Tipe dan ukuran

Tipe dan ukuran ban yang direkomendasikan untuk mobil kita pada umumnya tertera pada plakat yang ada di pintu atau laci, di belakang tutup tangki bahan bakar atau pada petunjuk penggunaan. Sebagai contoh ban dengan kode P195/55/R15 84V. Huruf ‘P’ adalah singkatan dari Passenger yang berarti bahwa ban tersebut didesain untuk mobil penumpang. Selain itu ada pula LT (Light Truck), ST (special trailer) serta T yang berarti Temporary atau ban serep. Huruf ‘R’ berarti bahwa ban tersebut berjenis Radial.

Lebar ban

Anda juga harus memperhatikan lebar ban dengan seksama. Semakin lebar ban, maka daya cengkramnya akan semakin baik, begitupun sebaliknya. Namun, ban yang lebar akan mempengaruhi akselerasi.

Selain lebar, pola tapak akan berpengaruh kepada daya cengkeram dan akselerasi. Alur tapak ban yang normal memiliki tingkat kenyamanan yang cukup baik tetapi tidak cocok untuk daerah yang basah dan memiliki curah hujan yang tinggi. Jika Anda tinggal di daerah yang memiliki curah hujan tinggi, Anda harus memilih ban dengan alur V karena mampu memberikan daya cengkeram lebih baik ketika melintasi genangan.

Ban yang memiliki profil tipis yaitu 40 atau 50 memang terlihat keren ketika digunakan tetapi memiliki sisi buruk. Ban dengan profil tipis sangat riskan ketika melintasi jalan yang buruk karena pelek akan cepat rusak.

SUMBER : pricebook.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *